'Kala Kutara Manawa' di Panggung UPGRIS: Suara Teater Lebah Melawan Kerakusan Berjamaah Perusak Hutan
KENDAL, sma1pegandon.sch.id - Kelestarian alam dan kritik sosial menjadi sorotan utama dalam Festival Monolog yang digelar oleh Teater Gema di Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Jumat (19/6). Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah pertunjukan dari Teater Lebah SMAN 1 Pegandon yang mementaskan naskah berjudul Kala Kutara Manawa karya Akhmad Sofyan Hadi.
Pementasan ini berhasil menghanyutkan emosi penonton lewat kisah tragis pascabencana yang sarat akan pesan moral. Cerita berfokus pada tokoh Zakia, seorang wanita yang baru pulang merantau dari Jakarta tepat pada malam Hari Raya Idulfitri. Alih-alih merayakan kebahagiaan, ia justru mendapati kampung halamannya porak-poranda dan rumah orang tuanya telah rata dengan tanah akibat banjir bandang sebulan lalu. Kedua orang tuanya pun lenyap tersapu banjir.
Melalui memori Zakia, penonton diajak melihat akar masalah bencana tersebut, yakni keserakahan manusia. Hutan di kampungnya digunduli oleh pihak perusahaan dan pejabat daerah demi membuka perkebunan. Ironisnya, karena diancam dengan senjata api, warga setempat justru ikut larut dalam "kerakusan berjamaah" dengan menjarah dan menebang kayu yang tersisa dengan dalih "daripada habis diambil orang luar".
Naskah ini dengan cerdas mengontraskan lemahnya hukum modern dengan ketegasan Kitab Kutaramanawa, undang-undang kuno era Kerajaan Majapahit yang sangat ketat melindungi alam. Dalam pasal 92 kitab tersebut, penebang pohon tanpa izin di malam hari diancam hukuman mati, sedangkan di siang hari didenda mengganti pohon dua kali lipat. Di akhir pementasan, tokoh Zakia menegaskan komitmennya untuk menghidupkan kembali hukum adat Majapahit demi melindungi sisa hutan mereka.
Panggung Kolaborasi Lintas Generasi
Festival Monolog yang diinisiasi oleh Teater Gema UPGRIS ini menjadi ruang apresiasi seni yang luar biasa karena mempertemukan kelompok teater dari tingkat sekolah menengah hingga perguruan tinggi.
Selain penampilan memukau dari Teater Lebah SMAN 1 Pegandon dengan lakon Kala Kutara Manawa-nya, panggung festival juga dimeriahkan oleh aksi panggung dari kelompok teater berbakat lainnya. Di antaranya adalah penampilan dari Teater Sukma (SMKN 2 Semarang), Teater Dipo (Universitas Diponegoro), serta penampilan tuan rumah dari Teater Gema (Universitas PGRI Semarang) sendiri.
Melalui penampilan Teater Lebah di festival ini, para penonton tidak hanya disuguhi kualitas akting monolog yang memikat, tetapi juga dibawa pulang dengan refleksi mendalam mengenai hubungan manusia dengan alam sekitar.
